Senin, 12 Februari 2018

A Thing Called Us Review






Judul: A Thing Called Us
Penulis: Andry Setiawan
Penerbit: Penerbit Haru





🌸 Jujur, sebenarnya saya kurang suka tema cinta segitiga yang melibatkan persahabatan. Tadinya saya mengira akan menemukan adegan di mana dua sahabat saling bersaing dan memusuhi untuk mendapatkan cinta sahabat wanita mereka. Ternyata, yang seperti itu tidak ada di sini. Daripada cinta segitiga, novel ini lebih menonjolkan persahabatan Shun, Kotoha, dan Shinji.


🌸 Meski secara terbuka mengakui perasaannya pada Kotoha, Shun sama sekali tak membenci Shinji atau menganggapnya saingan seperti yang saya pikirkan sebelum membaca buku ini. Sama seperti Kotoha, dia juga merasakan kehilangan dan kerinduan mendalam ketika Shinji menghilang.

🌸 Walaupun sejak awal sudah bisa diduga siapa akan berakhir dengan siapa, tetap ada satu yang masih misteri dan harus membaca sampai akhir untuk mengetahui nasibnya. Sebenarnya saya sudah menduga alasan Shinji pergi, tetapi hanya secara umum, dan masih sangat penasaran untuk mengetahui alasannya secara lebih mendetail.

🌸 Untuk penokohan, saya sangat menyukai karakter Aki yang ceria dan apa adanya. Agak sebal dengan Kotoha yang egois, tetapi setelah membaca lebih lanjut, saya bisa memakluminya. Lalu ada Hayato yang terlihat seenaknya, padahal sebenarnya sangat dewasa dan bijaksana. Shun yang menyimpan kenangan buruk di masa lalu. Juga Shinji yang misterius. Sebenarnya, bisa dibilang hampir semua tokoh memiliki masa lalu yang rumit. Mungkin hanya Aki yang berasal dari keluarga sempurna.

🌸 Kehidupan dunia kerja juga ditampilkan secara baik dan mendetail. Bukan sekadar tempelan. Penulis benar-benar melakukan riset dengan sungguh-sungguh. Saya sampai sempat berpikir, penulis memang bekerja di bidang konstruksi  ðŸ˜‚

🌸 Overall, saya merasa nyaman membaca novel ini. Pas untuk prnyuka cerita  bertema persahabtan atau cinta yang manis tapi tidak berlebihan.



0 komentar:

Posting Komentar

Template by:

Free Blog Templates