Jumat, 30 September 2016

Ingatlah Hari Ini (My Precious Family)



Tanggal 23-25 September 2016 kemarin merupakan hari yang sangat bersejarah bagiku (lebay nggak sih? :D). Pasalnya, dalam tiga hari—atau lebih tepatnya dua hari tiga malam—itu, aku telah diberi kesempatan oleh Tuhan bertemu dengan teman-teman (keluarga) baru dalam acara Kampus Fiksi 17 di Jogja.
Sebenarnya aku sudah mengetahui tentang Kampus Fiksi sejak Diva Press membuka pendaftaran untuk kali pertama beberapa tahun yang lalu. Tapi, karena berbagai alasan, aku memutuskan tak mengikuti seleksi. Dan, baru mengikuti seleksi ketika pendaftaran gelombang kedua dibuka tahun lalu.
Ah, rasanya tak penting juga dibahas.

Rabu, 21 September 2016

Ocean Breeze Teaser Part 1

Kali ini saya membawa beberapa bab yang ada dalam novel Ocean Breeze.
Sekadar bocoran bagi yang belum membaca.
Happy Reading! :)



Prolog


                Ocean hanya diam saat Gerald Lewis, pengacara yang ditunjuk ibunya, membacakan wasiat untuknya. Semua perkataan lelaki muda awal 30 tahunan berwajah tampan, berambut cokelat pendek, dan selalu berpenampilan rapi itu sama sekali tidak masuk ke dalam telinganya.
Ibunya, Tiara Magdalena, baru saja dimakamkan pagi tadi. Ia akhirnya menyerah pada takdir setelah sekian tahun berjuang melawan kanker hati yang dideritanya. Saat ini Ocean tak bisa memikirkan apa yang akan dilakukannya setelah kematian sang ibu. Ia tinggal hanya berdua bersama sang ibu seumur hidupnya yang masih muda. Ayahnya entah siapa dan di mana.

Rabu, 23 Maret 2016

Ocean's Val Day




Hai, saya datang lagi :D
Meski mungkin nggak ada yang nunggu juga, sih. Hehe ^^v
Kali ini, saya membawa cerita tentang Ocean lagi. Bisa dibilang, semacam sequel gitu, lah. Singkat aja, kok. Cuma cerita pendek.

Selamat membaca!

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~




Bulan Februari adalah bulan cinta. Bulan di mana setiap orang berlomba-lomba menunjukkan perasaannya pada orang yang disayangi dengan memberi cokelat atau bunga. Setidaknya begitulah yang terjadi di sekeliling Ocean. Hampir seluruh siswa Miami Senior High School—terutama yang perempuan—sangat bersemangat menyambut datangnya hari Valentine, meski hari besar itu masih satu minggu lagi. Beberapa cewek yang tergolong siswa populer malah saling bertaruh siapa yang nanti mendapat cokelat dan bunga paling banyak. Seolah banyaknya cokelat atau bunga yang mereka terima menjadi bukti banyaknya orang yang menyayangi mereka. Padahal, kan, kasih sayang tak sebatas pada cokelat atau bunga.
Mungkin Ocean hanya satu dari sedikit siswa yang tak begitu antusias menyambut hari kasih sayang itu. Tanggal 14 Februari memiliki makna lain bagi Ocean. Karena di tanggal itulah ia kehilangan ibunya.
Bukan berarti Ocean membenci hari Valentine. Tidak! Ia sama sekali tak membenci hari Valentine. Tak ada yang patut dibenci atau dipersalahkan atas kematian ibunya. Hanya saja, saat ini ia memikirkan hal lain yang lebih penting, alih-alih memikirkan hadiah apa yang akan diberikan kepada siapa atau yang akan ia terima dari siapa saat hari Valentine nanti.

Jumat, 19 Februari 2016

After Two Years


Well, setelah lama nggak muncul (meski mungkin nggak ada yang nunggu juga :p), kali ini saya datang membawa cerpen lama. Pernah diikutkan sayembara menulis cerpen Korean Waves di tahun 2012 dan somehow terpilih menjadi salah satu pemenang.
Okelah, nggak perlu banyak cakap.
Enjoy!

___________________________________________________________________________________



Choi Yong Woo memasuki kereta yang akan membawanya kembali ke Busan, kota asalnya sebelum mengikuti wajib militer selama dua tahun.
Tak lama setelah ia duduk, kereta yang membawa Yong Woo mulai bergerak. Sambil menatap ke luar jendela, pikiran Yong Woo melanglang ke masa dua tahun yang lalu. Masa sebelum ia berangkat ke kamp militer untuk melaksanakan kewajibannya. Masa di mana ia masih menjadi mahasiswa semester akhir di Busan Jungsin University.

Template by:

Free Blog Templates